Beranda Edukasi Kesehatan Tidak Bisa Mengangkat Tangan? Waspadai Frozen Shoulder
RSU. Syifa Medika

Tidak Bisa Mengangkat Tangan? Waspadai Frozen Shoulder

Tidak Bisa Mengangkat Tangan? Waspadai Frozen Shoulder

Kesulitan mengangkat tangan saat menyisir rambut, mengenakan pakaian, mengambil barang di rak, atau bahkan saat tidur karena nyeri bahu sering kali dianggap sebagai pegal biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda frozen shoulder atau dalam istilah medis disebut adhesive capsulitis. Penyakit ini menyebabkan bahu terasa nyeri dan kaku sehingga pergerakannya menjadi sangat terbatas.


Frozen shoulder dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering terjadi pada usia 40–60 tahun dan lebih banyak dialami oleh wanita. Jika tidak ditangani dengan baik, keluhan dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan mengganggu aktivitas sehari-hari.


Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu mengalami peradangan, menebal, dan menjadi kaku. Akibatnya, ruang gerak sendi menyempit sehingga bahu sulit digerakkan.
Pada kondisi normal, sendi bahu memiliki rentang gerak yang luas. Namun pada frozen shoulder, pergerakan seperti mengangkat tangan ke atas, memutar lengan ke belakang, atau meraih benda di samping tubuh menjadi sangat terbatas dan menimbulkan nyeri.

Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa keluhan yang sering dialami penderita frozen shoulder antara lain:

  • Nyeri pada bahu yang semakin memburuk di malam hari.
  • Sulit mengangkat tangan ke atas.
  • Sulit menyisir rambut atau mengenakan baju.
  • Tidak bisa meraih benda di belakang tubuh.
  • Bahu terasa kaku dan seperti “terkunci”.
  • Gerakan bahu menjadi sangat terbatas.

Pada beberapa kasus, penderita bahkan kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti mengambil dompet dari saku belakang atau mengancingkan bra.

Siapa yang Berisiko Mengalami Frozen Shoulder?
Frozen shoulder lebih sering terjadi pada:

  • Usia 40–60 tahun.
  • Perempuan.
  • Penderita diabetes melitus.
  • Pasien dengan gangguan tiroid.
  • Orang yang lama tidak menggerakkan bahu setelah cedera atau operasi.
  • Penderita stroke atau penyakit saraf tertentu.

Diabetes merupakan salah satu faktor risiko terkuat. Penderita diabetes memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami frozen shoulder dibandingkan orang tanpa diabetes.


Mengapa Bahu Bisa Menjadi Kaku?
Saat bahu jarang digerakkan, kapsul sendi dapat menebal dan membentuk jaringan parut. Kondisi ini membuat sendi kehilangan elastisitasnya sehingga gerakan menjadi terbatas.
Itulah sebabnya frozen shoulder sering muncul setelah:

  • Cedera bahu.
  • Patah tulang lengan.
  • Operasi di area bahu atau dada.
  • Imobilisasi terlalu lama menggunakan sling.


Bagaimana Cara Menegakkan Diagnosis?
Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan dan memeriksa rentang gerak bahu. Pada frozen shoulder, baik gerakan aktif maupun pasif biasanya sama-sama terbatas.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti:

  • Rontgen bahu.
  • USG bahu.
  • MRI bila diperlukan.

Pemeriksaan ini juga membantu membedakan frozen shoulder dari robekan tendon rotator cuff atau gangguan bahu lainnya.


Apakah Frozen Shoulder Bisa Sembuh?
Ya, sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan yang tepat.
Tujuan terapi adalah mengurangi nyeri dan mengembalikan gerakan bahu.
Penanganan yang Umum Dilakukan

  • Obat anti nyeri dan antiinflamasi.
  • Fisioterapi untuk melatih rentang gerak.
  • Latihan peregangan bahu secara bertahap.
  • Injeksi kortikosteroid pada kondisi tertentu.
  • Tindakan manipulasi atau artroskopi bila keluhan sangat berat dan tidak membaik dengan terapi konservatif.

Fisioterapi memegang peranan penting karena bahu perlu digerakkan secara bertahap agar kekakuan tidak semakin berat.


Latihan Sederhana di Rumah
Beberapa latihan yang sering dianjurkan antara lain:

  • Pendulum exercise
  • Wall climbing

(merambatkan jari di dinding)

  • Towel stretch
  • Cross-body stretch

Namun latihan sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter atau fisioterapis agar tidak memperparah nyeri.

Jangan Abaikan Bahu yang Sulit Diangkat
Jika Anda mulai kesulitan mengangkat tangan, jangan menunggu hingga bahu benar-benar kaku. Pemeriksaan dini dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan memberikan terapi yang tepat sebelum kondisi semakin berat.

RS Syifa Medika menyediakan layanan Ortopedi dan Rehabilitasi Medis untuk penanganan keluhan bahu, termasuk frozen shoulder. Didukung dokter spesialis ortopedi dan fisioterapis berpengalaman, pasien akan mendapatkan evaluasi menyeluruh serta program terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Ingat, bahu yang tidak bisa diangkat bukan sekadar pegal biasa. Waspadai frozen shoulder dan segera periksakan diri agar aktivitas Anda tetap nyaman dan produktif.